Monday, January 26, 2009

Organda mengancam mogok, Anggota jalan terus

Dengan di turunnya tarif ke RP500, Organda beralih anggotanya akan merugi. Pertanyaannya kenapa kalo merugi pengguna yang harus bertanggung jawab.

Bukankah untung rugi tanggung jawab si penyedia. Organda harusnya mulai belajar untuk memanage moda anggotanya. Banyak anggota organda asal memperbanyak angkutannya tanpa menghitung utilitas/penggunaan dari tiap modanya. Untuk menutupi setoran di naikkan, sedangkan di jalan supir berjibaku dengan sesama ataupun dengan angkutan lain. Diperparah dengan adanya trans jakarta yang punya rute sendiri dengan ongkos yang tetap.

Sudah seharusnya banyak perusahaan angkutan kita lebih di modern dan profesional. Tidak terus menerus berlindung di dalam penetapan pemerintah yang so pasti akan berusaha membela rakyat, tidak selalu pengusaha

Tuesday, January 20, 2009

Obama pelantikan dan kedewasaan berpolitik dan berdemokrasi

Tanggal 20 Januari 2009, di suhu -6 C Presiden terpilih Amerika Serikat Barack Husein Obama dilantik menjadi Presiden Amerika. Yang menarik di sini selain yang masyarakat yg hadir, pidato yang sangat baik seperti berbicara dengan teman baik adalah kedewasaan berpolitik.

Sebelum acara pelantikan Presiden Obama membuat jamuan makan lawan politiknya dalam pemilihan presiden yang lalu John Mcain. Selain itu Hillary Clinton bersedia menjadi mentri luar negeri dibawah kabinet Presiden Obama.

Yang tak kalah menarik adalah ketika Obama mangantarkan mantan presiden Bush ke pesawat sebagai salam perpisahan dari penggantinya. Hal ini juga pernah di tunjukkan oleh presiden Iran Ahmadinejad dan pendahulunya berjalan bersama pada hari pelantikan.

Membandingkan dengan keadaan di Indonesia yang banyak politikusnya ternyata masih kanak kanak (kutipan dari Gus Dur). Masih segar di ingatan kita sewaktu SBY dilantik menjadi presiden Presiden sebelumnya tidak bersedia memberi selamat ataupun menghadiri pelantikan tersebut.

Banyak lagi contok politikus Indonesia yang ternyata masih kanak kanak. Terlihat di dalam kasus korupsi dan pengambil keputusan.

Mungkin jika nanti politikus kita bisa bertindak dewasa, negara ini akan maju. Karena sudah berkurangnya salih hujat, saling mencari kesalahan dan merasa paling benar.

Mari kita belajar sekali lagi dari demokrasi Amerika yang bisa memberikan contoh kedewasaan dalam berdemokrasi, baik terpilihnya Barak Husein Obama yang kebetulan 2 tahun pernah berada di Indonesia dan sikap pemimpin yang saling menghargai.

Sunday, January 18, 2009

Depo Plumpang Terbakar, Petronas dan Shell untung

Setelah terjadi kebakaran selama 10 jam 5000 Kliter mungkin habis semua terbakar, Depo plumpang no. 24 akhirnya bisa di atasi. Sudah bisa di pastikan nantinya distribusi premium akan mengalami gangguan.

Yang patut di waspadai adalah apa penyebab kebakaran ini, apakah sabotase teroris atau kelalaian. Tentu yang terkahir ini kesalahan yang sangat fatal dimana depo plumpang merupakan depo terbesar di Jabodetabek.

Jika memang ada indikasi kelalaian siapa yang harus bertanggung jawab, tentu direktur depo plumpang yang pertama kali harus di ganti. Kesalahan kecil, mungkin tetapi fatal sekali.

Kesulitan dan panik karena premium kurang. Mungkin tuk Jakarta dan sekitarnya mungkin tidak terlalu mengalami kesulitan karena ada petronas dan shell yang siap melayani pelanggan premium pertamina yang mengalami kesulitan pengisian.

Ternyata di balik ada kecemasan ada yang di untungkan.

Friday, January 16, 2009

DLLAJ, apakah tugas mu

Sudah beberapa hari ini jalan lingkar luar di puri macetnya menjadi menggila, yang sebelumnya hanya 500 meter sekarang menjadi 1,5 Km.

Hal ini disebabkan oleh putaran yang ditutup karena pembangunan jalan tol, yang anehnya putaran ini harus melalui pintu kereta api. Yang lain adalah pintu tersebut juga merupakan keluar penghuni dari suatu perumahan elite.

Alhasil antrian mobil yang ingin memutar harus extra sabar karena selain harus pelan karena melewat jalur kereta, di perparah karena jalan disekitar jalur kereta tsb mulai berlubang karena hujan.

Yang agak lucu, sebelum kemacetan bertambah parah petugas DLLAJ yg menjaga putaran tersebut, tetapi ketika bertambah parah ganti Polantas yang menjaga.

Seharusnya tiap kejadian harus ada solusi, tidak menunggu keajaiban atau menurut perintah atasan. Apakah memang demikian mental pegawai negeri tercinta ini, tidak kreatif dan lebih senang di perintah agar mendapat medali jasa karena berhasil.

Apakah negara ini pernah menghitung tiap kemacetan yang terjadi, ada pemborosan bahan bakar yang terjadi yang seharusnya subsidi untuk itu semua bisa dialihkan ke yang lebih membutuhkan.

Masuk sekolah di Jakarta jam 6.30, macet pindah jam

Mungkin pemerintah DKI bisa berbangga hati karena dengan dicanangkannya masuk sekolah jam 6.30 kemacetan mulai mencair. Mungkin Gubernur dan Wakil tidak mengecek lebih pagi dari jam kemacetan yang biasa.

Seperti yang di infokan oleh Kepolisian bahwa waktu kemacetan bergeser, alhasil yang biasa siang tentu merasa tidak begitu macet. Tetapi yang biasa pergi pagi hari harus menerima imbas kemacetan yang sangat luar biasa.

Apakah solusi dengan memajukan jam kerja juga akan mengurai kemacetan tentu hasilnya cuman satu kemacetan hanya berpindah jam.

Apes bagi yang biasa pergi pagi hari karena mungkin harus pergi lebih pagi tetapi pulang tetap pada jam yang sama. Alhasil yang lebih di untungkan adalah perusahaan karena produktifitas dimulai lebih awal dan tentu pegawai ingin pulang lebih awal, sehingga lembur berkurang.

Nasib........

Komponen Non BBM, ongkos angkutan umum tidak turun

Jika saja benar salah satu faktor dari Angkutan Umum adalah faktor komponen non BBM maka tentu tidak pernah ada lagi bus yang knalpotnya keluar asap hitam atau mogok di tengah jalan atau AC hanya terasa angin.

Masih banyak lagi contoh yang lebih berbahaya lampu di angkutan tsb untuk belok atau rem tidak menyala.

Semua ini karena tidak adanya manajemen yang baik di dunia transporta si angkutan publik terutama Bus main yang mini maupun yang besar.

Heran saja kalo masih ada yang masih bisa di bohongi bahwa ongkos tidak bisa turun karena komponen non BBM. Karena jika di bandingkan setelah menaikkan tarif pun perawatan angkutan umum tersebut masih jauh di katakan layak