Dengan di turunnya tarif ke RP500, Organda beralih anggotanya akan merugi. Pertanyaannya kenapa kalo merugi pengguna yang harus bertanggung jawab.
Bukankah untung rugi tanggung jawab si penyedia. Organda harusnya mulai belajar untuk memanage moda anggotanya. Banyak anggota organda asal memperbanyak angkutannya tanpa menghitung utilitas/penggunaan dari tiap modanya. Untuk menutupi setoran di naikkan, sedangkan di jalan supir berjibaku dengan sesama ataupun dengan angkutan lain. Diperparah dengan adanya trans jakarta yang punya rute sendiri dengan ongkos yang tetap.
Sudah seharusnya banyak perusahaan angkutan kita lebih di modern dan profesional. Tidak terus menerus berlindung di dalam penetapan pemerintah yang so pasti akan berusaha membela rakyat, tidak selalu pengusaha
Bukankah untung rugi tanggung jawab si penyedia. Organda harusnya mulai belajar untuk memanage moda anggotanya. Banyak anggota organda asal memperbanyak angkutannya tanpa menghitung utilitas/penggunaan dari tiap modanya. Untuk menutupi setoran di naikkan, sedangkan di jalan supir berjibaku dengan sesama ataupun dengan angkutan lain. Diperparah dengan adanya trans jakarta yang punya rute sendiri dengan ongkos yang tetap.
Sudah seharusnya banyak perusahaan angkutan kita lebih di modern dan profesional. Tidak terus menerus berlindung di dalam penetapan pemerintah yang so pasti akan berusaha membela rakyat, tidak selalu pengusaha
